Minggu, 18 September 2016



Nama         : Hermayuni Sinaga
NPM          : E1I013035
Makul        : Perencanaan Wilayah Pesisir Terpadu
QUIS         : II (Dua)
Dosen        : Yar Johan, S.Pi, M.Si
Prodi         : ILMU KELAUTAN
Fakultas     : PERTANIAN
Universitas BENGKULU


Pesisir adalah wilayah yang unik, karena dalam konteks bentang alam, wilayah pesisir merupakan tempat bertemunya daratan dan lautan. Lebih jauh lagi, wilayah pesisir  merupakan  wilayah  yang  penting  ditinjau  dari  berbagai  sudut  pandang perencanaan  dan  pengelolaan. 
Wilayah pesisir adalah sebagai wilayah pertemuan antara ekosistem darat, ekosistem  laut  dan  ekosistem  udara  yang  saling  bertemu  dalam  suatu keseimbangan yang rentan dan wilayah pesisir juga merupakan sebagai  kawasan  peralihan  yang  menghubungkan  ekosistem  darat  dan  ekosistem  laut yang terletak antara batas sempadan ke arah darat sejauh pasang tertinggi dan ke arah laut sejauh  pengaruh  aktivitas  dari  daratan.
Dan secara umum wilayah pesisir merupakan pertemuan antara pengaruh daratan dan samudra. Wilayah pesisir di Indonesia tergolong cukup luas karena memiliki garis pantai sekitar 81.000 km. Pesisir memberikan andil yang cukup besar bagi kehidupan manusia, karena secara turun-temurun telah menjadi sumber protein yang subur. Perairan pantai yang dangkal dapat menyebabkan tingginya kandungan sedimen yang dibawa oleh ombak yang dapat mengaduk dasar perairan. Yang mana sedimen yang terendapkan banyak jenisnya, dan memberikan topografi pantai yang berbeda satu dengan yang lainnya. Daratan dekat pantai memberikan pengaruh yang cukup besar, diantaranya salinitas yang lebih rendah, tingginya tingkat sedimentasi yang berakibat berkurangnya daya tembus sinar matahari, serta bertambahnya rasio antara larva planktonik dan plankton dewasa.
Wilayah  pesisir  memiliki nilai  ekonomi  tinggi, namun terancam keberlanjutannya. Dengan potensi yang unik dan bernilai ekonomi tadi maka  wilayah  pesisir  dihadapkan  pada  ancaman  yang  tinggi  pula,  maka  hendaknya wilayah  pesisir  ditangani  secara  khusus  agar  wilayah  ini  dapat  dikelola  secara berkelanjutan. Transisi  antara  daratan  dan  lautan  di  wilayah  pesisir  telah  membentuk  ekosistem  yang beragam dan sangat produktif serta memberikan nilai ekonomi yang luar biasa terhadap manusia.

DAFTAR REFERENSI

Depatemen  Kelautan  dan  Perikanan.  Pokok-Pokok  Pikiran  Rancangan  Undang-Undang
        (RUU) Pengelolaan Wilayah Pesisir (PWP).
DKP.  2008.  Urgensi  RUU  Pengelolaan  Wilayah  Pesisir  dan  Pulau-Pulau  Kecil.  Atrikel
        on-line Dinas Kelautan dan Perikanan.
Kay,  R.  dan  Alder,  J.  1999.  Coastal  Management  and  Planning.  E  &  FN  SPON.  New
        York.
Timothy Beatly, David J. Bower, dan Anna K. Schwab. 2002. An Introduction to Coastal  
        Zone Management. Island Press. Washington, DC.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar